Apa Arti \’All Eyes on Rafah\’ yang Ramai ?

Kondisi di Rafah, Slogan ‘All Eyes on Rafah‘ ramai diserukan di berbagai media sosial. Hal ini merupakan bentuk dukungan untuk Palestina yang terus mendapat serangan dari Israel selama beberapa bulan terakhir.

Ungkapan ‘All Eyes on Rafah’ semakin menggema pasca Israel menyerang kamp pengungsian di Rafah, Gaza yang menewaskan puluhan orang. Lantas, apa arti dari ‘All Eyes on Rafah’? Berikut informasinya.

Dikutip dari situs Forbes, ‘All Eyes on Rafah’ artinya ‘Semua Mata tertuju pada Rafah’. Ungkapan ini sebagai seruan agar kepada masyarakat dunia untuk memperhatikan serangan terhadap Rafah di Gaza, Palestina. Kalimat ‘All Eyes on Rafah’ digunakan di media sosial untuk menarik perhatian masyarakat terhadap kekejaman yang terjadi.

Berikut fakta-fakta terkait slogan ‘All Eyes on Rafah’.

Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap area kemanusiaan yang menjadi tempat berlindung para pengungsi di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan pada Minggu (26/5/2024). Sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak Serangan udara Israel itu menghantam area pengungsi di Rafah. Disebutkan bahwa serangan udara Israel itu menghantam area Tel Al Sultan di Rafah bagian barat.

Area tersebut diketahui menampung ribuan orang yang berlindung dan mengungsi dari perang, dengan kebanyakan dari mereka melarikan diri dari area timur Rafah yang diserbu tank-tank Israel dua pekan lalu.

Gempuran Israel terhadap Rafah itu dilakukan beberapa hari setelah Mahkamah Internasional atau ICJ memerintahkan Tel Aviv segera menghentikan serangannya di Rafah. Otoritas Israel menolak perintah ICJ itu dengan menegaskan serangannya di Rafah tidak berisiko memusnahkan warga sipil Palestina yang ada di sana.

Simbol buah semangka digunakan masyarakat untuk menunjukkan dukungan terhadap Palestina. Simbol semangka itu masih ramai bertengger di media sosial.

Berdasarkan catatan detikcom, bagi masyarakat Palestina, simbol semangka melambangkan budaya dan identitas Palestina. Sebagai bentuk protes, pertanian, kuliner dan sastra, masyarakat Palestina menggunakan semangka untuk merepresentasikan identitas nasional, yang berhubungan dengan tanah dan perlawanan mereka.

Selain itu, buah semangka juga tumbuh di Palestina, dari Jenin hingga Gaza. Semangka juga memiliki warna yang sama dengan bendera Palestina, yang terdiri dari warna merah, hijau, putih, dan hitam, sehingga digunakan untuk memprotes penindasan Israel terhadap bendera dan identitas Palestina.